Penalti Pelanggaran Etika: Skor Universitas Indonesia (UI) Dikurangi Akibat Kasus Pelecehan

Ranknesia secara resmi mengumumkan penyesuaian skor terhadap Universitas Indonesia (UI) menyusul laporan serius terkait tindak pelanggaran etika di lingkungan kampus. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen Ranknesia dalam mengintegrasikan nilai integritas dan keamanan akademik ke dalam standar pemeringkatan universitas.
Latar Belakang Penalti
Sehubungan dengan mencuatnya kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa di Fakultas Hukum (FH) UI, Ranknesia telah memverifikasi dampak kasus tersebut terhadap kredibilitas dan lingkungan etika institusi. Sebagai platform pemeringkatan yang mengedepankan akuntabilitas, kami memandang bahwa kegagalan dalam menjaga integritas moral di lingkungan kampus adalah variabel penting yang tidak dapat diabaikan.
Detail Koreksi Skor & Peringkat
Berdasarkan sistem Penalty Points, Universitas Indonesia dijatuhi pengurangan skor sebesar -5 poin. Hal ini menyebabkan perubahan signifikan pada profil data UI di platform kami:
Research Output: 81.7
Research Breadth: 73.5
Research Impact: 37.2
Penalty (Pelanggaran Berat): -5.0
RR Score Akhir: 51.7
Akibat pengurangan ini, posisi UI merosot tajam sebanyak 6 peringkat ke posisi 7. Penurunan ini secara otomatis menggeser posisi institusi lain seperti UGM, ITB, dan Undip yang naik ke peringkat yang lebih tinggi pada hari ini.
Komitmen Ranknesia Terhadap Integritas
Ranknesia menegaskan bahwa sebuah institusi tidak hanya dinilai dari produktivitas riset di OpenAlex, tetapi juga dari kemampuannya menjamin etika dan keamanan bagi seluruh civitas akademika. Sistem penalti ini diberlakukan untuk memberikan pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan dan pelanggaran etika dalam pendidikan tinggi.
"Kami berdiri bersama para korban. Skor pemeringkatan harus mencerminkan realitas moral sebuah institusi, bukan sekadar statistik di atas kertas," ungkap tim pengembang Ranknesia.
Publik dapat memantau perkembangan skor dan detail metodologi pelaporan penalti melalui laman resmi kami di www.ranknesia.org/methodology.


